Bukti Nyata Festival Film Purbalingga Memang Mantap!

ffp-purbalingga

DOLAN PURBALINGGA – Festival Film Purbalingga atau yang biasa dikenal sebagai FFP sudah berlangsung sejak 2007. Ini artinya, Purbalingga sudah punya festival film sejak 11 tahun yang lalu.

Bahkan festival yang dimotori oleh Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini jadi salah satu barometer perfilman pendek di Indonesia. Banyak karya film jebolan FFP yang akhirnya jadi jawara di berbagai festival. Keren banget kan.

Sudah berlangsung begitu lama, festival yang satu ini jelas punya cerita seru sekaligus khas. Nah, kali ini bakal ada cerita menarik yang membuktikan kalau Festival Film Purbalingga memang mantap jiwa!

festival-film-purbalingga-2017

Awarding FFP 2017 di Alun-alun Purbalingga, berlangsung meriah (sumber: Braling.com)

Belum ada festival yang sekonsisten FFP

Festival Film Purbalingga bisa disebut sebagai satu-satunya festival yang konsisten menghibur masyarakat di desa, sejak tahun 2007. FFP berkeliling di banyak banget desa melalui program Layar Tanjleb.

Nah, selain memberi sajian tontonan buat masyarakat lewat program layar tanjleb, FFP juga konsisten dengan dua program lainnya. Yakni program Kompetisi Film Pendek Pelajar dan tentu saja program Pemutaran Film Non-Kompetisisi.

festival-film-purbalingga-2017

Pemutaran Layar Tanjleb FFP 2017 di Kabupaten Kebumen. Setidaknya ada lebih dari 8000 orang telah menonton FFP (sumber: Braling.com)

Keliling puluhan desa dalam sebulan, mantap mbok!

Kayaknya, di dunia ini cuma FFP yang berani melakukan hal gila dengan menggelar festival di 18 desa setiap tahunnya. Panitia FFP berkeliling ke desa-desa yang mendaftarkan diri sebagai lokasi layar tanjleb itu dalam waktu kurang dari satu bulan.

Pada gelaran di tahun 2017, Festival Film Purbalingga menjangkau desa di Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan Kebumen. Bayangkan seberapa besar energi FFP buat mencerdaskan kehidupan bangsa lewat film. Mantap kan!

ffp-purbalingga

Workshop digunakan untuk meningkatkan kualitas dan referensi sineas muda Purbalingga. (sumber: Dolan Purbalingga)

Ada sesi workshop keliling sebelum festival

Untuk menjaga semangat sineas muda sekaligus menjaga kualitas film pendek di Purbalingga, CLC Purbalingga selalu menggelar workshop keliling sekolah. Pesertanya, ya ekstrakulikuler sinematografi.

Hasil workshop ini yang pada akhirnya didorong untuk memproduksi film dengan standar festival. Jadi, kebayangkan produktifnya sineas pelajar di Purbalingga untuk urusan film pendek.

sineas-muda-purbalingga-film

Dari tujuh nominasi di Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017, Purbalingga membawa memenangkan dua award (sumber: CLC Purbalingga)

Festival spesialis pencipta sineas jawara

Lebih dari 37 judul film “lulusan” Festival Film Purbalingga yang menguasai berbagai festival film tingkat nasional. Bahkan ada satu film yang kemudian jadi langganan juara di berbagai festival. Misalnya, Lawuh Boled serta Penderes dan Pengidep. Keren!

Sebagai informasi aja nih, setiap tahunnya, lebih dari 30 karya film pendek mendaftar ke FFP. Bahkan, ada 38 karya film pendek yang masuk ke Festival Film Purbalingga 2017 loh. Tetapi, nggak semua film yang mendaftar langsung masuk penjurian, demi menjaga kualitas film.

film-pendek-purbalingga

Koleksi film di Perpustakaan JKFB bisa ditonton dengan datang ke Markas CLC di Jl Puring Purbalingga (sumber: Braling.com)

Koleksi film pendek Purbalingga yang banyak

Purbalingga dikenal sebagai kota film pendek di Indonesia. Bahkan, nggak sedikit festival film pendek yang belajar dari Purbalingga. Pokoknya, nama Purbalingga udah harum banget kalau urusan film.

Salah satu pemicunya adalah semangat untuk mendokumentasikan film-film pendek di Purbalingga dan Banyumas Raya. Perpustakaan Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) yang menyokong FFP sudah menyimpan koleksi 368 judul film. Serunya, Kamu bisa loh nonton di sana.

Gimana tuh, keren banget kan kiprah sineas muda di Purbalingga? Makanya, nggak aneh kalau di masa depan Purbalingga bakal jadi Kota Film Pendek nomor wahid di Indonesia.(*)

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *