Ini yang Dicari Generasi Milenial Ketika Memutuskan untuk Traveling

dolan purbalingga

DOLAN PURBALINGGA – Gaya traveling generasi milenial jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi yang lahir di tahun 1980-2000 ini sudha jadi raja di dunia traveling. Baik itu pariwisata dalam mau pun luar negeri.

Salah satu pengeluaran terbesar generasi milenial ialah untuk traveling. Kaum milenial selalu antusias untuk berwisata, sekalipun kondisi keuangan sedang pas-pasan.

Buat anak-anak milenial, liburan bukan cuma untuk memenuhi hasrat akan hiburan dan pemenuhan kebutuhan. Tetapi sudah jadi sarana untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Kok bisa? Iya. Soalnya kaum millennial kan lebih banyak mendapat tekanan, terutama dalam hal pekerjaan. Jadi, mereka memilih berlibur biar menemukan banyak ide baru dan good mood.

Karena itu, mereka nggak cuma asal traveling dengan niat untuk datang ke destinasi wisata yang hits. Namun, para milenial juga punya kategori sendiri untuk urusan memilih destinasi wisata tujuan mereka.

Apa saja yah yang dicari generasi millennial dalam menentukan destinasi berlibur? Yuk simak ulasan teranyar dari Dolan Purbalingga ini. Yo yo ayo. Yo ayo.

Keindahan alam yang hijau dan asri selalu jadi magnet bagi kaum milenial untuk segera traveling.

Generasi milenial selalu jatuh cinta dengan cantiknya panorama alam. Mereka rela menjelajah jauh kepedalaman dan nggak dikenal, hanya untuk menikmati bahagianya berinteraksi dengan alam yang indah.

Berbagai destinasi wisata di Indonesia bagian timur menjadi primadona bagi generasi milenial untuk menikmati wisata alam. Mereka menemukan inspirasi wisata alam di instagram atau blog.

Kalau susah atur waktu ke Raja Ampat atau Sumba, Purbalingga juga punya banyak destinasi wisata alam yang sangat patut jadi destinasi wisata favorit kok. Bahkan banyak banget pilihannya.

Mulai dari tubbing di Sungai Tungtung Gunung yang ada di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, memanjat tebing Curug Aul di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, sampai camping eksotis di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Generasi milenial juga jatuh cinta pada destinasi wisata yang memiliki nuansa sejarah.

Karena itu, nggak heran kalau banyak dari para milenial yang memilih berwisata ke luar negeri. Seperti Turki, Hungaria, hingga Republik Ceko demi menikmati eksotisme bangunan yang penuh dengan romantisme sejarah.

Berbagai kota di Indonesia juga sudah mulai menawarkan pilihan destinasi wisata berbasis heritage. Berbagai destinasi berkonsep kota lama bermunculan. Seperti muncul di Jakarta dan Semarang.

Meskipun belum populer dan dikelola dengan optimal, Purbalingga juga punya destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dicoba. Seperti berbagai museum di Sanggaluri Park sampai bangunan sejarah warisan era kolonial.

Pokoknya seru loh menikmati nuansa wisata kota lama di Purbalingga. Kapan-kapan bisa kita dolan bareng ke kota lama di Purbalingga yah.

Milenial juga sangat menyukai sebuah tempat yang menampilkan keunikan arsitektur maupun pengalaman.

Bentuk keunikan yang dimaksud di sini memang bukan cuma soal arsitektur bangunan, yang bisa dijadikan background selfie. Tetapi juga keunikan atraksi yang ada di tempat itu.

Jadi keunikan itu bisa juga berupa menikmati kuliner yang hanya ada di kota itu atau menonton festival yang juga hanya ada di kota itu. Keunikan itu memberikan pengalaman sekaligus inspirasi positif buat milenial.

Kalau di Purbalingga sih banyak yah yang unik dan Purbalingga banget. Kalau kuliner ada Es Duren Bancar, Sroto Klamud, sampai Duku Kalijaran. Kalau tempat sih ada nuansa dingin yang nyesss di Desa Wisata Serang.

Wah sudah tentu generasi milenial nggak pernah melepaskan momen menikmati budaya yang kental di sebuah kota.

Atraksi budaya adalah konten yang paling mudah membuat materi post yang instagramable. Karena itu, wajar saja kalau Jepang dan Korea Selatan menempati tujuan destinasi favorit.

Dua negara itu punya jadi destinasi wisata idaman karena punya banyak pilihan produk budaya yang unik, lengkap dan bikin milenial pensaran. Banyak loh milenial Indonesia yang memasukan dua negara itu sebagai ‘list destination’.

Nah, kalau di wisata budaya ke Purbalingga? Banyak dong produk budaya yang unik dan menarik. Misalnya saja ada seni ebeg alias kuda kepang, mencari ikan lembutan (kecil-kecil) di Sungai Klawing hingga aksi pencak jawa di Desa Majapura.

Itu dia beberapa pertimbangan dari generasi milenial saat memilih destinasi wisata favoritnya. Karena buat kaum milenial, wisata memang nggak cuma wajib Instagramable, tapi juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Mereka bukan cuma suka mengunggah foto liburan namun juga berbagi pengalaman dan referensi berlibur. Begitu kan kanca dolan?

Dan semua kategori traveling ala generasi milenial itu ada di Purbalingga. Kanca dolan tinggal pilih mau berwisata kemana, karena Purbalingga akan menyediakannya.

Atau kanca dolan malah sudah punya referensi destinasi wisata hits di Purbalingga yang nggak boleh dilewatkan? Yuk berbagi di kolom komentar. Siapa tahukan ada kanca dolan lainnya yang sedang cari inspirasi buat Dolan Purbalingga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *