Nostalgia Dulu Yuk Sama Band Indie Purbalingga, Kamu Kenal yang Mana Nih?

musik-indie-purbalingga
musik-indie-purbalingga

(Ilustrasi: timeout.com)

DOLAN PURBALINGGA – Independent music alias musik indie sudah jadi semacam trend di industri musik di tanah air. Malah sekarang ini, menjadi “indie” bukan lagi karena keterbatasan. Tapi terkadang pilihan serius.

Meski awalnya konsep indie menggeliat di kota-kota besar saja, bukan berarti nggak bisa dijumpai di Purbalingga. Pada awal milenial, beberapa band juga sudah bergerilya di jalur indie.

Mereka tampil keren dan berhasil menarik perhatian penikmat musik di Purbalingga. Berikut ini ada ulasan beberapa band indie dari Purbalingga yang pernah dan masih eksis. Siapa saja mereka? Yuh tiliki mbok ana sang idola juga.

band-musi-indie-purbalingga

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Revolstide, Band Hardcore yang suka Jempalitan di Panggung

Band hardcore asal Purbalingga Revoltside ikut meramaikan komunitas musik underground yang memang dominan di jalur indie label. Band yang dikenal suka jempalitan saat manggung ini juga kerap masuk dalam album kompilasi punk atau hardcore.

Lazimnya band hardcore yang minim personel, mereka pun hanya bertiga. Ainaro (vocal & gitar), Tomo (drum) dan Dodo (bass). Revoltside terbentuk pada akhir 1999. Nama Revoltside kita temukan dalam “Nusantara HC Punk Comp : Mari Bung Bangkit Kembali” dan “Stay Together vol 3” di tahun 2001. Kisaran tahun yang sama mereka pun menelurkan album “Anjing Perang”.

Band: Revoltside
Tahun: 1999 s.d kini
Album: Anjing Perang (2001)
Track: Anjing Perang, Pikir, Muncrat, Revoltside, Munafik Cinta, Surrender, Bangkit, Life Survival

band-indie-purbalingga

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Awan Biru, Pemberi Eargasm bagi Penikmat Britpop

Nah band yang kemudian secara khusus juga merekamkan karyanya adalah Awan Biru. Mereka menawarkan britpop ke tengah penikmat musik Purbalingga. Terasa sekali jika Coldplay dan Padi menjadi influence mereka. Adalah Andri (vocal dan rithem), Indra (bass), Erwin (gitar) dan Puji “Menceng” (drum) yang tergabung dalam Awan Biru Band.

Band yang terbentuk pada 2001 ini fokus untuk recording sejak awal. “Awalnya kita indie buat lompatan ke major label. Tapi endingnya kebentur dana juga”, kenang Andri.

Enam lagu mereka besut dalam album bertajuk Self Title. Mengingat tracking studio saat itu masih langka, Awan Biru pun memilih rekaman di Kota Gudeg.

“Mengedarkan karya tuh susahnya luar biasa. Nggak semua radio mau nerima band indie. Terpaksa kita edarin dulu lagunya di luar kota. Soalnya media Purbalingga nggak banyak yang mau support”, kenang Andri.

Usaha mereka membuahkan hasil. Mereka pun mewakili Purbalingga untuk tampil di sebuah acara khusus potensi lokal garapan TV nasional channel Jawa Tengah saat itu.

Band: Awan Biru
Tahun: 2001
Album: EP Self Title (2001)
Track: Kesemuan Cinta, Kisah Sahabat, Renjana, Julia, Teman Bercinta & Aku Saat Ini

band-indie-purbalingga

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Minies Weeper, Ahli Cover yang Terus Eksis Hingga Sekarang

Band Mines Weeper yang memilih eksis ini dikenal punya banyak “muka”. Ada yang mengenal sebagai band top40, band festival, band cover Dewa hingga band indie. Band ini memiliki lines up Arif, Uut & Ana (vocal), Novan (bass), Alfa (keyboard), Wasis (gitar), dan Upik (drum).

Mines Weeper mengawali kiprah indie-nya dalam sebuah Festival Band pelajar se-Purbalingga. Saat itu sekitar tahun 2001. Syaratnya selain mengcover lagu milik band Indonesia, peserta wajib memiliki lagu ciptaan sendiri. Nah setelah masuk menjadi finalis, mereka pun makin keranjingan merekamkan karyanya.

“Jaman jelang Ebtanas, kita lagi semangatnya ngeband dan ngulik lagu. Sampai-sampai pas ujian nyong pada ora teyeng nggarap. Tapi semua itu terbalas saat kami juara III dan dapat the best drummer,” kenang drummer Mines Weeper, Upik.

Masa kuliah menjadikan band ini membatasi aktivitas bermusiknya. Namun sesekali mereka masih muncul di Purbalingga sebagai band top40 pada beberapa event dan sempat tampil di JogjaTv dalam acara musik “rolasan”. Bongkar pasang personel pun tak bisa terelakkan.

“Sampai sekarang aja udah ada lima generasi vokalis keluaran Mines Weeper. Tapi itu semua ada hikmahnya, Mines Weeper banyak saudara, “like a big family,” kata Upik.

Dan formasi saat ini adalah Toufan (vocal), Alfa (keyboard), Wasis (lead guitar), Pyenk (rytm), Danang (bass) dan Upik (drum)

Indie tetap menjadi pilihan Mines Weeper hingga kini. Eksisnya mereka tak hanya dituangkan melalui chanel youtube mereka saja. Bisa dilihat di sini atau di sini.

Band: Mines Weeper
Tahun: 2001 s.d kini
Album: promo single
Track: Saat bersama kekasih (2001), Kulantunkan (2001), Lagu rindu (2001), dan That I’ve Doing the Wrong Thing (2001), Obsesi (new), Tak kan terlambat (new), H2T (new), Pria itukah (new)

(Ilustrasi: google.com)

Ocean Chlid Band yang Nggemesin di Atas Panggung

Sebenarnya bukan hal baru bagi sebagian band Purbalingga untuk memiliki karya. Masih ingat OCB ? Yap, Ocean Child Band rutin perform di stage Sunday Morning pada tahun 2002 dulu.

Selain cover karya-karya “Petualangan Sherina”, band yang terdiri dari bocah-bocah cilik, cantik dan nggemesin ini juga punya karya sendiri. Sayangnya, belum secara khusus direkam dan diedarkan. Identitas sebagai band indie pun tak sempat tersemat. Karena tak lama, kabar mereka tak terdengar lagi.

Mereka baru beberapa saja lho dari band indie Purbalingga yang pernah dan masih bisa menorehkan namanya di hati penikmat musik lokal. Ayo, band indie Purbalingga jaman now!! Jangan mau kalah!

Daripada tukuni narkoba apa malah ngelakoni aksi kriminal, kan mending main musik, ya lik!

*Tulisan ini kiriman dari Anita Wiryo Rahardjo, manggah di tiliki blog Langgam Langit Sore.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *